Burnley FC mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi pelecehan rasial yang diterima oleh gelandang mereka, Hannibal Mejbri, setelah pertandingan Liga Premier yang berakhir imbang 1-1 melawan Chelsea FC pada 21 Februari 2026. Mejbri, yang berusia 23 tahun, mengungkapkan bahwa dirinya menjadi sasaran komentar rasis di media sosial usai laga tersebut.
Dalam pernyataannya, klub menegaskan kecaman keras terhadap segala bentuk pelecehan rasial dan menyatakan dukungan penuh kepada Mejbri. Burnley menekankan bahwa diskriminasi rasial tidak memiliki tempat dalam masyarakat maupun dunia sepak bola.
Lebih lanjut, klub menyebutkan bahwa mereka telah melaporkan insiden ini kepada Meta, perusahaan induk Instagram, untuk menindaklanjuti akun atau individu yang terlibat. Burnley juga berharap adanya kerja sama dari pihak Liga Premier dan kepolisian dalam proses identifikasi dan penyelidikan pelaku.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa klub memiliki kebijakan nol toleransi terhadap segala bentuk diskriminasi, baik rasial, etnis, maupun lainnya. Burnley berkomitmen untuk memastikan bahwa individu yang bertanggung jawab akan dihadapkan pada konsekuensi hukum dan etika yang sesuai.
Selain itu, klub mengapresiasi dukungan dari para suporter yang telah mengecam tindakan pelecehan tersebut. Burnley menekankan komitmennya untuk menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi semua pemain, tanpa terkecuali, baik di dalam maupun di luar lapangan.


