Chelsea mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi insiden pelecehan rasial yang dialami bek mereka, Wesley Fofana, setelah pertandingan Liga Primer Inggris yang berakhir imbang 1-1 melawan Burnley pada 21 Februari 2026. Fofana sendiri menanggapi kasus ini melalui media sosial, mengungkapkan kekecewaannya atas komentar-komentar rasial yang ditujukan kepadanya.
Dalam pernyataannya, Chelsea menegaskan bahwa mereka sangat terkejut dan jijik atas perlakuan tidak pantas yang diterima Fofana. Klub menekankan bahwa setiap bentuk perilaku rasial tidak dapat diterima karena bertentangan dengan nilai-nilai sepak bola dan prinsip-prinsip yang dijunjung oleh klub.
Chelsea juga menyatakan komitmennya untuk menindak tegas pelaku pelecehan rasial. Klub akan bekerja sama dengan pihak berwenang terkait, termasuk platform media sosial, untuk mengidentifikasi dan mengambil tindakan hukum atau disipliner terhadap individu-individu yang bertanggung jawab.
Selain itu, Chelsea menegaskan dukungannya penuh kepada Fofana, serta semua pemain yang mengalami perlakuan serupa. Klub memastikan bahwa mereka akan menggunakan semua langkah yang tersedia untuk melawan rasisme, termasuk langkah hukum, edukasi, dan kerja sama dengan komunitas sepak bola.
Tidak hanya Chelsea, Burnley juga mengeluarkan pernyataan resmi menyusul insiden serupa yang dialami gelandang mereka, Hannibal Mejbri, yang menjadi sasaran komentar rasial dari sebagian pihak. Burnley menegaskan bahwa rasisme tidak memiliki tempat di dunia sepak bola dan mereka berkomitmen untuk mendukung semua pemain yang menjadi korban.
Insiden ini kembali mengingatkan bahwa rasisme di sepak bola masih menjadi isu serius yang membutuhkan perhatian serius dari klub, liga, dan masyarakat penggemar. Chelsea dan Burnley menekankan bahwa langkah kolektif diperlukan agar perilaku diskriminatif dapat dihentikan sepenuhnya di lapangan maupun di luar lapangan.


