James Milner, gelandang veteran yang kini membela Brighton, mengungkapkan tekadnya untuk terus bermain sepak bola meski telah mencatatkan rekor sebagai pemain dengan jumlah penampilan terbanyak di Premier League. Karier Milner di level tertinggi sepak bola Inggris sangat panjang dan beragam; ia pernah membela klub-klub besar seperti Leeds United, Newcastle United, Aston Villa, Manchester City, Liverpool, dan kini Brighton. Selain bermain, Milner juga mengambil peran sebagai mentor bagi para pemain muda di bawah arahan pelatih Fabian Hurzeler.
Setelah pertandingan terakhirnya bersama Brighton, Milner berbagi rahasia mengenai daya tahannya yang luar biasa di dunia sepak bola profesional.
“Saya memiliki dorongan yang sangat kuat dan semangat untuk menjadi yang terbaik setiap hari, baik saat pertandingan maupun latihan,” ujar Milner. Ia menekankan bahwa motivasi internalnya menjadi kunci utama dalam menjaga konsistensi performa di usia yang sudah tidak muda lagi.
Milner juga menekankan perannya dalam mengembangkan pemain muda. “Saya dikelilingi oleh banyak pemain muda berbakat, dan saya ingin membantu mereka berkembang serta mencapai potensi terbaik mereka secepat mungkin,” tambahnya. Ia melihat pengalaman yang dimilikinya selama bertahun-tahun sebagai aset berharga bagi tim, terutama dalam membimbing generasi baru pemain.
Selain itu, Milner menjelaskan tujuan utamanya di lapangan adalah berkontribusi bagi keberhasilan tim dan pertumbuhan rekan-rekannya. “Tujuan saya adalah membantu tim meraih kesuksesan sekaligus mendukung pemain lain agar berkembang. Saya merasa masih mampu memberikan kontribusi nyata di lapangan,” jelas Milner.
Meski musim ini penuh tantangan, Milner menyatakan rasa syukurnya bisa menjadi bagian dari tim Brighton. “Musim ini memang menantang, tapi saya bersyukur berada di tim ini dan di ruang ganti yang dipenuhi pemain berbakat serta seorang manajer muda yang penuh janji,” katanya.
Milner juga mengingatkan bahwa dalam sepak bola, perubahan bisa terjadi dengan cepat, dan seiring bertambahnya usia pemain, peran mereka di tim bisa mengalami pergeseran. “Cedera musim lalu menjadi sebuah kemunduran, tetapi saya tetap berkomitmen untuk mempertahankan ritme dan performa di lapangan,” tutup Milner.


